Kamis, 03 Oktober 2019

Makalah Faktor Penyebab dan Dampak Efek Rumah Kaca


      FAKTOR PENYEBAB DAN
                             DAMPAK EFEK RUMAH KACA




BAB I
PENDAHULUAN



1.1       Latar Belakang Masalah

       Beberapa tahun belakangan ini, sering kita merasakan perubahan cuaca yang ekstrim. Dalam waktu singkat kita bisa merasakan cuaca yang sangatpanas, kemudian tak berapa lama mendung dan kemudian hujan. Saat cuaca panas, dapat dirasakan panas yang terlalu terik, dan ini dapat kita amati dariwaktukewaktu. Bumi akan terasa semakin panas. Hal ini disebut sebagai pemanasan global atau global warming. Global warming yaitu terjadinya peningkatan  suhu di permukaan bumi akibat efek rumah kaca.Sinar matahari yang tidak terserap permukaan bumi akan dipantulkan kembali dari permukaan bumi ke angkasa. Setelah dipantulkan kembali, sinar matahari berubah menjadi gelombang panjang yang berupa energi panas. Akibatnya energi panas yang seharusnya lepas ke angkasa menjadi terpancar kembali ke permukaan bumi. Sehingga lebih dari kondisi normal, inilah efek rumah kaca yang berlebihan.

1.2       RumusanMasalah
       Berdasarkan latar belakang tersebut, maka peneliti merasa perlu melakukan penelitian tentang “faktor penyebab dan dampak dari efek rumah kaca”.

1.3       Tujuan atau Manfaat Penelitian
            Dari rumusan masalah tersebut dapat diketahui bahwa tujuan penulisan penelitian ini adalah :

            1. Untuk mengetahui pengertian efek rumah kaca
            2. Untuk mengetahui pengertian dari pemanasan global
            3.Untuk mengetahui penyebab timbulnya efek rumah kaca
            4.Untuk mengetahui akibat yang ditimbulkan dari efek rumah kaca

            Dan dapat diketahui juga bahwa manfaat penelitian ini adalah :

     1. Dapat memahami penyebab efek rumah kaca
     2. Dapat menambah wawasan kepada masyarakat tentang pemanasan global 
     3. Dapat memahami akibat yang ditimbulkan efek rumah kaca,  sehingga dapat dicarikan                   solusi untuk mengatasinya



BAB II
LANDASAN TEORI



A.    Pengertian Efek Rumah Kaca

       Istilah efek rumah kaca dalam bahasa inggris disebut green house efect, pada awalnya berasal dari pengalaman para petani yang tinggal di daerah beriklim sedang yang memanfaatkan rumah kaca untuk menanam dan menyimpan sayur mayur dan bunga-bungaan di musim dingin. Para petani tersebut menggunakan rumah kaca karena sifat kaca yang mudah  menyerap panas dan sulit melepas panas, di dalam rumah kaca suhunya lebih tinggi daripada di luar rumah kaca, karena cahaya matahari yang menembus kaca akan dipantulkan kembali oleh benda-benda di dalam ruangan rumah kaca sebagai gelombang panas berupa gelombang sinar infra merah, tetapigelombangpanas tersebut terperangkap di dalam ruangan rumah kaca dan tidak bercampur dengan udaradingin di luar ruangan.

Efek rumah kaca, pertama kali ditemukan oleh Joseph Fourier pada 1824. Efek  rumah kaca                      merupakan proses pemanasan dari permukaan suatu benda langit atau benda angkasa yang disebabkan oleh komposisi serta keadaan atmosfernya. Benda-benda langit yang dimaksudkan terutama adalah planet maupun satelit.Sebenarnya efek rumah kaca hampir ada di berbagai planet di tata surya seperti Mars, Venus, dan benda-benda langit lainnya.
Efek rumah kaca tentu saja mempunyai kaitan yang sangat erat dengan gas rumah kaca.Hal ini lantaran gas rumah kaca itu merupakan sekumpulan gas-gas pada atmosfer yang menjadi sebuah adanya efek rumah kaca.Gas-gas yang disebut gas rumah kaca bisa muncul secara alami di lingkungan bumi, namun bisa juga timbul akibat aktifitas manusia.Ketika radiasi matahari tampak maupun tidak tampak dipancarkan ke bumi, 10 energi radiasi matahari itu diserap oleh berbagai gas yang ada di atmosfer, 34% dipantulkan oleh awan dan permukaan bumi, 42% membuat bumi menjadi panas, 23% menguapkan air, danhanya 0,023% dimanfaatkan tanaman untuk perfotosintesis.
B.     Pengertian Pemanasan Global
       Pemanasan global atau dalam bahasa inggrisnya disebut global warming adalah suatu proses meningkatnyasuhu rata-rata atmosfer, laut, dandaratanBumi.yang disebabkan oleh peningkatan jumlahemisi gas rumah kaca di atmosfer. Pemanasan global akan diikuti dengan perubahan iklim, seperti meningkatnya curah hujan dibeberapa belahan dunia sehinga menimbulkan banjir dan erosi. Sedangkan di belahan Bumi lain akan mengalami musim kering yang berkepenjangan yang disebabkan oleh kenaikan suhu. Pemanasan global yang berakibat pada perubahan iklim disebabkan oleh aktivitas manusia, terutama yang berhubungan dengan penggunaan bahan bakar



BAB III

METODELOGI PENELITIAN


A.    Waktu dan Lokasi

Penelitian ini dilakukan di Depok, Jawa Barat. Pada tanggal 05, November 2016.

B.     Unit Analisis

Unit Analisis penelitian ini dilakukan di Indonesia.

C.     TeknikPengumpulan Data

Teknik pegumpulan data ini menggunakan studipustaka.

  



BAB  IV
PEMBAHASAN

A.    Penyebab Efek Rumah

            Efek rumah kaca disebabkan karena naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer. Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan bakar minyak (BBM), batu bara dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya. Energi yang masuk ke bumi mengalami :
-         25% dipantulkan oleh awan atau partikel lain di atmosfer.
-         25% diserap awan.
-         45% diadsorpsi permukaan Bumi.
-         5% dipantulkan kembali oleh permukaan Bumi.
           Selain itu, efek rumah kaca juga dapat disebabkan oleh beberapa hal yaitu :
a.       Kerusakan hutan (kebakaran hutan dan penebangan liar)
b.      Pemanfaatan pupuk, pembusukan sisa-sisa pertanian dan pembusukan kotoran-kotoran ternak, dan pembakaran sabana di sektor pertanian dan peternakan.
c.       Pemakaian AC yang berlebihan.
d.      CFC yang banyak terdapat pada spray dan parfume.
e.       Asap kendaraan bermotor.
f.        Hasil buangan industri.

B.     Dampak Terjadinya Efek Rumah Kaca

Meningkatnya suhu permukaan Bumi akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrem di Bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya menyerap karbondioksida (CO2) di atmosfer. Pemanasan global mengakibatkan mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan air laut. Efek rumah kaca juga dapat mengakibatkan meningkatnya suhu air laut sehingga air laut mengambang dan terjadi kenaikan permukaan laut yang mengakibatkan negara kepulauan akan mendapatkan pengaruh yang sangat besar. Perubahan cuaca dan lautan juga dapat mengakibatkan munculnya dampak sosial dan politik yaitu munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas, penyebaran penyakit melalui air. Temperature yang panas menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan dan malnutrisi.
Menurut perhitungan simulasi, efek rumah kaca telah meningkatkan suhu rata-rata Bumi sampai dengan 1-5 °C. Bila kecenderungan peningkatan gas rumah kaca tetap seperti sekarang akan menyebabkan peningkatan pemanasan global antara 1.5-4.5 °C sekitar tahun 2030. Dengan meningkatnya konsentrasi gas CO2 di atmosfer, maka akan semakin banyak gelombang panas yang dipantulkan dari permukaan Bumi diserap atmosfer. Hal ini akan mengakibatkan suhu permukaan Bumi semakin meningkat.

C.     Cara Menanggulagi Efek Rumah Kaca

Banyak hal mudah yang bisa kita lakukan untuk mengurangi efek rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global. Hal yang bisa kita lakukan sebagai orang biasa untuk berkontribusi positif dalam pengurangan efek rumah kaca. Sebenarnya mudah, tapi tidak mudah untuk dilakukan. Untuk kita yang dirumah kita bisa melakukan :
Ø  Matikan semua alat elektronik saat tidak digunakan. Kerlip merah penanda standby menunjukkan alat tersebut masih menggunakan listrik. Artinya, Anda terus berkontribusi pada pemanasan global.
Ø  Pilihlah perlengkapan elektronik serta lampu yang hemat energi.
Ø  Saat matahari bersinar hindari penggunaan mesin pengering, jemur dan biarkan pakaian kering secara alami.
Ø  Matikan keran saat sedang menggosok gigi.             
Ø  Gunakan air bekas cucian sayuran dan buah untuk menyiram tanaman.
Ø  Segera perbaiki keran yang bocor. Karena keran yang bocor dapat  menumpahkan air bersih hingga 13 liter air per hari.
Ø  Jika mungkin mandilah dengan menggunakan shower. Mandi berendam merupakan cara yang paling boros air.
Ø  Gunakan kembali amplop bekas.
Ø  Jangan gunakan produk ’sekali pakai’ seperti piring dan sendok kertas atau pisau, garpu dan cangkir plastik.


BAB V
PENUTUP
A.    Kesimpulan

Pemanasan global atau global warming adalah peningkatan suhu rata-rata atmosfer bumi yang penyebabnya adalah efek rumah kaca, efek umpan balik dan kegiatan manusia seperti penebangan hutan, penggunaan bahan bakar minyak yang berlebihan.
Pemanasan global menimbulkan banyak akibat yang berdampak pada perubahan iklim, kenaikan permukaan air laut, dan peningkatan suhu bumi.Bahkan pemanasan global berdampak pada manusia karena menyebabkan timbulnyawabah penyakit akibatsuhu yang panas, temperatur yang tinggi dapat menyebabkan gagal panen sehingga muncul kelaparan.Sebagian besar penyebab pemanasan global adalah gas emisi yang keluar dari alat-alat yang dipakai manusia.Semakin banyaknya penggunaan tersebut akans emakin mengkhawatirkan keadaan bumi ini.


B.     Saran
-          Penggunaan emisi gas karbon dioksida ,bahan bakar minyak berlebihan sebaiknya lebih diefisienkan.
-          Mengganti bahan bakar minyak dengan tenaga tata surya yang ramahl ingkungan.
-          Penghijauan kembali hutan-hutan yang sudah ditebang untuk mengurangi kadar karbon dioksida.






Daftar Pustaka

Makalah Keanekaragaman Flora dan Fauna




BAB I
PENDAHULUAN

A.        LATAR BELAKANG
            Keanekaragaman flora dan fauna di suatu wilayah tidak terlepas dari dukungan kondisi di wilayah itu. Ada tumbuhan yang hanya dapat tumbuh di daerah yang beriklim tropis, dimana banyak curah hujan dan sinar matahari, dan ada yang hanya dapat tumbuh di daerah yang dingin dan lembab.Dalam suatu wilayah tertentu selalu terjadi suatu interaksi antara satu spesies dengan spesies lainnya baik secara langsung maupun tidak langsung. Dengan demikian terjadilah suatu kehidupan komunitas atau kelompok suatu kehidupan. Jenis-jenis fauna tertentu dipengaruhi keberadaannya oleh keadaan tumbuh-tumbuhan, sedangkan tumbuh-tumbuhan dipengaruhi oleh iklim. Keadaan fauna di tiap-tiap daerah atau bioma, tergantung pada kemungkinan-kemungkinan yang dapat diberikan daerah tersebut untuk memberi makan. Iklim berpengaruh secara langsung atau tidak langsung terhadap penyebaran fauna.
           
Dukungan kondisi suatu wilayah terhadap keberadaan flora dan fauna berupa faktor-faktor fisik (abiotik) dan faktor non fisik (biotik).Yang termasuk faktor fisik (abiotik) adalah iklim (suhu, kelembaban udara, angin), air, tanah, dan ketinggian, dan yang termasuk faktor non fisik (biotik) adalah manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan.




B.        RUMUSAN MASALAH
            1. Bagaimana persebaran Flora di wilayah Indonesia?
            2. Bagaimana persebaran fauna di wilayah Indonesia?
            3. Hewan dan tumbuhan apa saja yang menjadi ciri khas wilayah tersebut ?

C.        TUJUAN PENELITIAN
            Dengan pemilihan tema dan penyusunan makalah ini diharapkan para pembaca dan penulis sendiri mampu untuk mengetahui persebaran flora dan fauna di Indonesia, dan mampu untuk menjaga dan melestarikan flora dan fauna yang ada negara Indonesia ini.




BAB II
PEMBAHASAN

         
A.        Persebaran flora dan fauna di wilayah Indonesia

Di wilayah Indonesia tumbuh ribuan jenis pohon (flora) dan hidup bermacam-macam hewan atau binatang (fauna). Flora dan fauna Indonesia dibedakan menjadi tiga, yaitu flora dan fauna asiatis, peralihan (asli), dan australis. Flora dan fauna asiatis ditemukan di Indonesia bagian barat, Flora dan fauna australis ditemukan di Indonesia bagian timur. Flora dan fauna di Indonesia bagian tengah merupakan flora dan fauna asli Indonesia. Pembagian ini didasarkan hasil penelitian penelitian Alfred Russel Walace dan Max Wilhelm Carl Weber.
B.     Persebaran flora di Indonesia
Tanah yang subur menyebabkan berbagai jenis tanaman dapat tumbuh dengan baik di wilayah Indonesia. Flora Indonesia terdiri dari sekitar 4.000 jenis pohon, 1.500 jenis paku-pakuan, dan 5.000 jenis anggrek.
-          Flora Indonesia barat atau Asiatis
Flora Indonesia bagian barat meliputi berbagai jenis tanaman yang tumbuh di Pulau Sumatra, Jawa, Kalimatan, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Jenis flora Indonesia bagian barat memiliki persamaan dengan tumbuhan yang terdapat di Asia.  Ciri-ciri dari flora ini antara lain :
      -     Sangat banyaknya jenis tanaman meranti-merantian
-          Jenis rotan didaerah ini sangat banyak berbagai macam
-          Hutan kayu putih tidak ada pada daerah barat ini

-          Matoa merupakan jenis tumbuhan yang hidup dalam daerah barat ini
-          Sagu merupakan jenis tumbuhan yang sedikit
Jenis-jenis tumbuhan yang ada di Indonesia bagian barat sebagai berikut : pinus, kamper, meranti, kayu manis, beringin, raflesia jati, mahoni, pinang, bunga anggrek, rotan, nangka, salak, dan, rambutan                                                                    
-          Flora Indonesia Tengah atau Peralihan
Flora Indonesia tengah meliputi tumbuhan yang terdapat di Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Maluku. Wilayah Indonesia bagian tengah juga memiliki curah hujan yang rendah, sehingga pada musim kemarau sebagian daerah di Nusa Tenggara ataupun Sulawesi mengalami kekeringan. Selain itu, di wilayah ini juga masih banyak terdapat pegunungan kapur.Di Nusa Tenggara terdapat padang rumput alami yang baik untuk daerah peternakan.
            Jenis tumbuhtumbuhan atau flora Indonesia tengah adalah sebagai berikut : Eboni, kayu besi, pinus, kayu hitam, rotan, dan beberapa jenis bunga anggrek jati, akasia, cendana, meranti, jati, kayu putih.

-          Flora Indonesia Timur atau Australis
Flora Indonesia bagian timur adalah tumbuhan yang hidup di pulau Papua dan pulau-pulau sekitarnya. Adapun ciri-ciri dari flora bagian ini antara lain :
-  Memiliki jenis meranti-merantian sedikit
-  Tidak terdapat jenis nangka
-  Memilki banyak tumbuhan sagu
-  Terdapat hutan kayu putih
-  Tidak memiliki rotan
-  Memiliki berbagai jenis tumbuhan matoa (khususnya berada di Papua).
Jenis tanaman yang sering dijumpai di Maluku,Papua dan daerah sekitarnya adalah terdapat pohon sagu, nipah, matoa  dan bakau.

C.          Persebaran fauna  di wilayah Indonesia
Fauna di Indonesia mencerminkan posisinya diantara  Benua Asia (Oriental) dan Benua Australia (Australian). secara geologis kepulauan Indonesia terbagi atas tiga wilayah, yaitu bagian Barat yang menyatu dengan benua asia disebut  landas kontinen sunda (paparan sunda), bagian tengah disebut wilayah peralihan,  sedangkan bagian timur Indonesia menyatu dengan benua Australia  disebut landas kontinen sahul atau paparan sahul. 

            Diantara landas kontinen sunda dengan  wilayah peralihan terdapat batas flora dan fauna  asia yang disebut garis Wallace. sedangkan antara wilayah peralihan  dengan landas kontinen sahul terdapat batas  flora dan fauna Australia  yang disebut garis Weber.
  1. Garis Wallace, adalah garis khayal yang membatasi jenis faua dan flora Asiatis dengan jenis fauna dan flora peralihan.
  2. Garis Weber, adalah garis khayal yang membatasi fauna dan flora peralihan dengan jenis fauna dan flora Australis.

Ø  Persebaran Fauna Di Indonesia

1)   Fauna Indonesia Barat atau Asiatis
 wilayah fauna Indonesia barat meliputi pulau Sumatera, pulau Bali, pulau Jawa, pulau Kalimantan serta pulau-pulau kecil disekitarnya. region fauna Indonesia barat sering disebut wilayah  fauna tanah sunda. wilayah fauna indonesia tengah dengan wilayah paparan sunda dibatasi oleh garis wallace. 
Jenis fauna wilayah Indonesia Barat:
a. mamalia, terdiri atas gajah, badak bercula satu, rusa. banteng, kerbau, monyet, prang utan, macan, tikus, anjing, beruang, kijang, kelelawar, landak, babi hutan, kancil, dan kukang.
b. reptil, terdiri atas buaya, kura-kura, kadal, ular, tokek, biawak, bunglon, dan trenggiling. 
c. burung, terdiri atas burung hantu, elang, jalak, merak, kutilang, dan berbagai macam unggas.
d. berbagai macam serangga (insekta)
e. berbagai macam ikan air tawar dan pesut, yaitu sejenis lumba-lumba dari sungai mahakam.                                                                               

2)         Fauna Indonesia Tengah atau peralihan
            Fauna Indonesia Tengah merupakan tipe peralihan. Fauna Indonesia Tengah mencakup Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, serta pulau-pulau disekitarnya. Berikut adalah ciri-ciri dari fauna khas Indonesian Tengah :
-  
Banyak terdapat hewan asli Indonesia.
-  Memiliki kemiripan dengan fauna tipe asiatis dan australis.
-  Terdapat berbagai jenis hewan langka.
-  Faunanya sebagai sisa dari hewan purba yang masih mampu untuk bertahan.
            Fauna Indonesia yang tergolong tipe peralihan antara lain, babi rusa, kuskus, monyet hitam, tarsius, sapi, kuda, anoa, ikan duyung, beruang, dan banteng.Terdapat juga berbagai jenis reptil, amfibi, dan berbagai macam burung. Reptil di fauna Indonesia tengah antara lain biawak, komodo, buaya, dan ular. Berbagai macam jenis burung yang ada di wilayah ini antara lain burung maleo, burung dewata, rangkong, kakatua, nuri, mandar, dan raja udang.

3)         Fauna Indonesia Timur atau Australis
            Wilayah Fauna Indonesia Tipe Australis disebut juga Wilayah Fauna Indonesia Timur atau Wilayah Fauna Tanah Sahul, meliputi Pulau Irian Jaya (Papua), Kepulauan Aru, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. WilayahFauna Indonesia Timur (Tipe Australis) dengan Fauna Indonesia Tengah (Tipe Asia-Australis) dibatasi oleh Garis Weber.Fauna di wilayah ini ju ga mempunyai ciri-ciri antara lain :
-  Banyak binatang menyusui berukuran kecil
- Banyak dijumpai binatang berkantung
- Jenis burung memiliki bulu berwarna-warni
- Terdapat sedikit jenis kera
- Ikan air tawar jenisnya sangat sedikit
- Ikan laut kebanyakan memiliki bentuk bulat memanjang.
Jenis-jenis Fauna Indonesia Tipe Australis, antara lain sebagai berikut.
1)      Mamalia, terdiri atas kanguru, walabi, beruang, koala, nokdiak (landak Irian), oposum layang (pemanjat berkantung), kuskus, biawak, kanguru pohon, dan kelelawar.
2)      Reptilia, terdiri atas buaya, biawak, ular, kadal, dan kura-kura.
3)      Amphibia, terdiri atas katak pohon, katak terbang, dan katak air.
4)      Burung, terdiri atas kakatua, beo, nuri, raja udang, cendrawasih, dan kasuari.
5)      Ikan, terdiri atas arwana dan berbagai jenis ikan air tawar lainnya yang jumlah spesiesnya relatif lebih sedikit jika dibandingkan dengan wilayah Fauna Indonesia Barat dan Tengah.                             




BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Berdasarkan uraian diatas maka saya dapat menarik kesimpulan bahwa persebaran sumber- sumber alam yang menyangkut air, dunia tumbuh- tumbuhan serta kesuburan tanah dan sinar matahari dan lain-lain tidaklah merata di permukaan bumi ini dan sebagai seluruh tempat di bumi yang mendukung keberadaan makhluk. sehingga, persebaran flora dan fauna pun juga tidak menyebar secara merata di permukaan bumi ini.

B.     Saran
Dengan adanya karya tulis ini maka penulis mengharapkan agar masyarakat dapat menjaga kelestarian flora dan fauna di sekitar kita.









DAFTAR PUSTAKA
















Makalah Faktor Penyebab dan Dampak Efek Rumah Kaca

      FAKTOR PENYEBAB DAN                              DAMPAK EFEK RUMAH KACA BAB I PENDAHULUAN 1.1       Latar Belak...